
Militer Rusia telah mengembangkan sistem rudal anti-tank baru yang menggabungkan menara peluncur Okhotnik, yang dilengkapi dengan tiga rudal Kornet, dengan platform tanpa awak beroda rantai Varan.
+ Klik di sini untuk menonton video
Inovasi ini dipublikasikan oleh media khusus Rusia dan menandai kemajuan dalam penggunaan kendaraan darat tak berawak (UGV) dalam pertempuran.
+ Pembom Strategis Amerika Terbang Dekat Perbatasan Rusia Setelah Terbang di Atas Estonia
Konfigurasi Modular Baru
Sistem ini dapat beroperasi dalam dua mode:
- Mode tetap: menara Okhotnik berfungsi secara independen dalam posisi stasioner.
- Mode bergerak: dipasang pada platform Varan, memberikan mobilitas lebih besar dalam misi serangan.
Kontrol dapat dilakukan baik melalui koneksi kabel maupun melalui radio, meningkatkan fleksibilitas operasional.
Ukraina Sudah Menggunakan Teknologi Serupa
Konsep menggabungkan komponen terpisah untuk menciptakan sistem tempur bukanlah hal baru. Ukraina telah menggunakan sistem serupa, seperti:
- ShabRys: yang mengombinasikan menara senapan mesin ShaBla dengan drone darat Lynx.
- TheMIS: sebuah UGV yang dilengkapi dengan menara senapan mesin Tamara, peluncur granat Storm, dan sistem Wolly.
ATGM Kornet – Kekuatan Melawan Kendaraan Lapis Baja

9K135 Kornet adalah salah satu rudal anti-tank paling canggih di Rusia, mampu mengenai dan menghancurkan target dengan perlindungan lapis baja berat, termasuk sistem pertahanan aktif. Karakteristik utamanya meliputi:
- Jangkauan: 100 hingga 5.500 meter untuk versi dasar dan hingga 10 km untuk versi Kornet-M.
- Kemampuan penetrasi lapis baja: hingga 1.300 mm setelah menembus perlindungan dinamis.
- Kecepatan rudal: antara 250 dan 300 m/detik.
- Mode penggunaan: dapat digunakan dengan tripod portabel atau diintegrasikan ke dalam kendaraan lapis baja.
- Amunisi beragam: termasuk hulu ledak tandem kumulatif, termobarik, dan fragmentasi eksplosif tinggi.
Platform Varan – Drone Darat Multifungsi
Varan adalah platform tanpa awak beroda rantai yang dirancang untuk dukungan logistik dan operasi tempur. Spesifikasinya mencakup:
- Daya tahan: hingga 8 jam dengan baterai yang dapat diisi ulang.
- Kecepatan maksimum: 50 km/jam.
- Kapasitas muatan: hingga 200 kg.
- Jangkauan operasi: 4 km tanpa repeater, dan hingga 10 km dengan repeater.
Pengenalan teknologi ini memperkuat investasi Rusia dalam penggunaan drone darat bersenjata untuk peperangan jarak jauh dan operasi taktis tingkat lanjut.
Sumber dan gambar: mil.in.ua / telegram @bmpd_cast. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial
